ALTI News
25 Juni 2026 – Asosiasi Linguistik Terapan Indonesia (ALTI) semakin memantapkan langkah menuju International Recognition melalui penyusunan program kerja strategis periode 2026–2027. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus ALTI yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (25/6), dengan agenda membahas rencana kerja organisasi, evaluasi program, serta usulan pengembangan dari setiap departemen.
Rapat secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal ALTI, Prof. Dr. Mundi Rahayu, M.A. yang menegaskan bahwa Rakor menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat sinergi antarbidang dalam menjalankan program kerja ALTI. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan dan program strategis organisasi oleh Presiden ALTI, Dr. Meinarni Susilowati, M.Ed. yang menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan tahap penting bagi ALTI untuk memasuki fase International Recognition melalui penguatan publikasi ilmiah, perluasan jejaring internasional, transformasi digital organisasi, serta optimalisasi peran cabang-cabang ALTI di seluruh Indonesia.
Dalam paparannya, Presiden ALTI menekankan lima fokus utama organisasi. Departemen Akademik diarahkan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan webinar bersama ALTI cabang dan mendorong penerbitan buku internasional. Departemen Publikasi diberi mandat mempercepat penerbitan Jurnal ALTI, menyelenggarakan pelatihan pengelolaan jurnal, serta meningkatkan kapasitas publikasi karya ilmiah anggota. Sementara itu, Departemen Teknologi Informasi dan Database akan memperkuat pengembangan website organisasi beserta basis data keahlian pengurus dan anggota. Adapun Departemen Humas didorong mengoptimalkan media sosial serta pengembangan program ALTI Muda sebagai bagian dari strategi komunikasi organisasi.
Pada sesi laporan departemen, Ketua Departemen Humas, Arif, menyampaikan bahwa ALTI Muda Batch 2 telah berhasil direkrut pada akhir Mei 2026 dan akan mulai aktif mendukung berbagai program organisasi. Program ini diharapkan menjadi sumber daya strategis yang dapat membantu seluruh departemen, mulai dari publikasi, dokumentasi, hingga pelaksanaan kegiatan akademik.
Selain itu, ALTI akan memperbarui video profil organisasi, meningkatkan intensitas publikasi kegiatan melalui website dan media sosial, serta mengembangkan newsletter sebagai media komunikasi internasional. Upaya promosi ALTI kepada AILA beserta organisasi afiliasinya di berbagai negara juga menjadi bagian penting dalam memperkuat eksistensi organisasi di tingkat global.
Dalam forum tersebut juga muncul usulan untuk memperkuat branding organisasi melalui penyajian profil para pengurus pada kanal berita website ALTI. Usulan tersebut disampaikan sebagai strategi memperkenalkan kompetensi dan kepakaran pengurus sekaligus meningkatkan citra profesional organisasi di mata publik nasional maupun internasional.
Departemen Akademik kemudian memaparkan sejumlah agenda prioritas, di antaranya penyusunan dua buku book chapter yang melibatkan editor nasional dan internasional. Pengumuman penulisan dijadwalkan pada awal Juli 2026, sedangkan draf awal ditargetkan rampung pada akhir Agustus. Buku tersebut direncanakan memperoleh ISBN pada September dan diluncurkan pada ajang ISIALING 2026 yang akan diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang bersama Universitas Warmadewa pada 11 Oktober 2026.
Untuk mendukung program tersebut, ALTI juga akan menyelenggarakan rangkaian webinar nasional dan internasional sebagai sarana sosialisasi sekaligus diseminasi hasil publikasi ilmiah kepada masyarakat akademik.
Transformasi digital organisasi turut menjadi perhatian utama dalam rapat. Sejumlah peserta mengusulkan pengembangan sistem registrasi keanggotaan secara daring melalui website ALTI, peningkatan dukungan teknologi informasi, serta optimalisasi media sosial berbasis analisis algoritma digital agar mampu meningkatkan jangkauan publikasi sekaligus membuka peluang monetisasi sebagai sumber pendanaan organisasi.
Pada bidang kerja sama, ALTI didorong untuk memperluas sumber pendanaan melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi, webinar berseri bertaraf internasional, serta pengembangan program kredit transfer antarp perguruan tinggi. Selain itu, peserta rapat juga mengusulkan penguatan kolaborasi dengan BRIN dalam bidang akuisisi pengetahuan lokal sebagai bagian dari kontribusi ALTI terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Departemen Publikasi memaparkan roadmap penerbitan Jurnal ALTI, dimulai dari penguatan dewan editor dan reviewer, penyusunan tata kelola jurnal, pembukaan call for papers, penerbitan edisi perdana, hingga proses pengajuan ISSN serta indeksasi nasional melalui Garuda dan Arjuna.
Menutup Rakor, seluruh peserta bersepakat bahwa pencapaian target International Recognition membutuhkan kolaborasi seluruh pengurus, penguatan tata kelola organisasi berbasis digital, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta perluasan jejaring internasional. Dengan berbagai program strategis yang telah disusun, ALTI optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai organisasi profesi linguistik terapan yang berdaya saing global dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah di Indonesia.



